Purbalingga – Memasuki hari kedua rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-58 pada Jumat (25/9), suasana di MTs Negeri 1 Purbalingga memadukan nuansa religius, kepedulian lingkungan, dan kegembiraan kebersamaan. Sesuai dengan agenda madrasah, kegiatan pada pagi hari difokuskan pada ziarah makam pendiri madrasah serta aksi pelestarian lingkungan.
Kegiatan ziarah dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB dan pelaksanaannya dibagi ke dalam dua kelompok rombongan. Kelompok pertama melangsungkan ziarah di Makam Sokawera. Rombongan ini diikuti oleh seluruh murid kelas 7, 8, dan 9 dengan didampingi secara langsung oleh para guru yang bertugas sebagai wali kelas. Prosesi doa bersama di Makam Sokawera dipimpin dengan khusyuk oleh Ah. Ghufron.
Sementara itu, kelompok kedua melaksanakan ziarah di Makam Karangmalang. Rombongan di Karangmalang ini diikuti oleh jajaran guru serta pegawai Tata Usaha (TU) madrasah, dengan lantunan doa yang dipimpin oleh Suchufam. Pembagian kelompok ini bertujuan agar prosesi ziarah dan pengiriman doa dapat berjalan dengan tertib dan khidmat.
Momen memanjatkan doa khusyuk di makam para tokoh pendiri ini menjadi bentuk penghormatan mendalam dari seluruh civitas akademika. Tanpa fondasi dan jasa para pendiri, madrasah ini tentu tidak akan berdiri kokoh hingga hari ini. Semangat perjuangan para pendiri diharapkan terus menginspirasi seluruh warga madrasah untuk membawa MTs Negeri 1 Purbalingga semakin unggul dan berprestasi.
Rangkaian kegiatan hari ini tidak hanya berhenti pada ziarah makam. Selaras dengan fokus aksi lingkungan, para murid juga diajak untuk menumbuhkan kepedulian terhadap alam. Sejak pukul 06.30 WIB, sebelum berangkat ziarah, seluruh murid telah mengumpulkan satu bibit pohon berupa tanaman apotek hidup atau tanaman hias kepada wali kelas masing-masing.
Setelah kegiatan ziarah selesai sekitar pukul 08.30 WIB, seluruh civitas akademika kembali berkumpul di madrasah. Para murid, guru, dan pegawai kemudian bergotong royong melakukan pemilahan dan penanaman pohon di area madrasah yang telah ditentukan dan di bawah koordinasi Waka Sarpras.
Menariknya, keseruan hari kedua kembali berlanjut. Acara diisi dengan kemeriahan pentas seni yang menampilkan unjuk bakat dari perwakilan kelas. Momen yang paling dinantikan pun tiba, yakni kelanjutan pengundian doorprize utama yang sebelumnya sempat tertunda pada hari pertama. Sorak-sorai dan antusiasme para murid kembali pecah saat panitia membagikan berbagai hadiah menarik dari para rekanan madrasah.
Seluruh rangkaian kegiatan hari kedua ini kemudian ditutup dengan aksi kerja bakti. Seluruh warga madrasah kembali bergotong royong membersihkan lingkungan kelas dan area sekitar madrasah hingga pukul 11.00 WIB.
Melalui keseimbangan antara kegiatan religius, pelestarian alam, dan hiburan hari ini, madrasah berharap dapat menanamkan karakter positif kepada para murid. Selain untuk mengenang dan menghargai jasa para pendiri madrasah, kegiatan ini menjadi wujud nyata kebersamaan dalam menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, hijau, dan nyaman untuk belajar.
Penulis : Humas Matsabangga




